Kontroversi Serat Darmo Gandhul versi Islam
Masuknya
Islam ke Tanah Jawa ternyata menyimpan cerita yang sungguh luar
biasa.Salah satunya terekam dalam Serat Darmo Gandhul yang kontroversial
itu. Dalam serat yang aslinya berbahasa Jawa Kuno itu dipaparkan
perjalanan beberapa wali, juga hambatan dan benturan dengan budaya dan
kepercayaan lokal.Penulis serat ini tak menunjukkan jati diri aslinya.
Ada yang menafsirkan, pengarangnya adalah Ronggo Warsito. Ia memakai
nama samaran Ki Kalam Wadi, yang berarti rahasia atau kabar yang
dirahasiakan. Ditulis dalam bentuk prosa dengan pengkisahan yang
menarik.
Isi
Darmo Gandhul tentu saja mengagetkan kita yang selama ini mengira bahwa
masuknya agama Islam di Indonesia dilakukan dengan cara damai tanpa
muncratan darah, terpenggalnya kepala dan tetesan air mata. Kaburnya
para pemeluk Hindu dan Budha ke berbagai wilayah, misalnya ke Pulau
Bali, ke kawasan pegunungan dan hutan rimba, adalah salah satu pertanda
bahwa mereka menghindari tindakan pembantaian massal oleh sekelompok
orang yang ingin menggulingkan kekuasaan berkedokkan agama.
Jumat, 28 September 2012
MEMAHAMI MAKNA KEHIDUPAN LEWAT TEMBANG MOCOPAT
Porang jabang bayi kersane gusti mijil
Sinebut mijil metu ugo lahir
Mijil dalane jalu dalane estri
Mijil ngunduh woh pakarti
Mijil ponang nangis cenger ndodog bum
Dados bayi wading ati
Bapa biyung mbopong asih
Bapa biyung ngudang ring wengi
Jroning peteng sangkaning dumadi
Porang jabang bayi kersane gusti mijil
Sinebut mijil metu ugo lahir
Mijil dalane jalu dalane estri
Mijil ngunduh woh pakarti
Mijil ponang nangis cenger ndodog bum
Dados bayi wading ati
Bapa biyung mbopong asih
Bapa biyung ngudang ring wengi
Siapa Ronggowarsito???
Pada hari Senin Legi tanggal 10 Zulkaidah tahun Jawa 1728 atau tanggal 15 Maret 1802 Masehi kurang lebih jam 12.00 siang lahirlah seorang bayi dirumah kakek yang bernama R. Ng. Yosodipuro I, seorang Pujangga Keraton yang terkenal dijamannya. Bayi yang baru lahir itu diberi nama Bagus Burham. Sejak umur 2 tahun sampai 12 tahun Bagus Burham ikut kakeknya.Ayahnya bernama R. Tumenggung Sastronegoro yang engharapkan anaknya dikelak kemudian hari menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negaranya. Maka oleh sang ayah, Bagus Burham dikirim ketempat pendidikan yang memungkinkan dapat mendidik anaknya lebih baik dari dirinya sendiri.
Waktu itu pondok Pesantren di kawasan Ponorogo yang dipimpin oleh
Kyai Imam Besari terkanal sampai dipusat Kerajaan Surakarta. Kesanalah
Bagus Burham dikirim untuk mendapatkan tambahan ilmu lahir batin serta
keagamaan. Pondok Tegalsari yang dipimpin Kyai Imam Besari ini mempunyai
murid yang banyak dan memiliki kepandaian yang pilih tanding.
Pada hari Senin Legi tanggal 10 Zulkaidah tahun Jawa 1728 atau tanggal 15 Maret 1802 Masehi kurang lebih jam 12.00 siang lahirlah seorang bayi dirumah kakek yang bernama R. Ng. Yosodipuro I, seorang Pujangga Keraton yang terkenal dijamannya. Bayi yang baru lahir itu diberi nama Bagus Burham. Sejak umur 2 tahun sampai 12 tahun Bagus Burham ikut kakeknya.Ayahnya bernama R. Tumenggung Sastronegoro yang engharapkan anaknya dikelak kemudian hari menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negaranya. Maka oleh sang ayah, Bagus Burham dikirim ketempat pendidikan yang memungkinkan dapat mendidik anaknya lebih baik dari dirinya sendiri.
Waktu itu pondok Pesantren di kawasan Ponorogo yang dipimpin oleh
Kyai Imam Besari terkanal sampai dipusat Kerajaan Surakarta. Kesanalah
Bagus Burham dikirim untuk mendapatkan tambahan ilmu lahir batin serta
keagamaan. Pondok Tegalsari yang dipimpin Kyai Imam Besari ini mempunyai
murid yang banyak dan memiliki kepandaian yang pilih tanding.
Menelisik Misteri Sabdo Palon Noyo genggong
Dalam
upaya menelisik misteri siapa sejatinya Sabdo Palon, saya mengawali
dengan mengkaji Serat Darmagandhul dan ramalan Sabdo Palon. Di sini
tidak akan dipersoalkan siapa yang membuat karya-karya tersebut untuk
tidak menimbulkan banyak perdebatan. Karena penjelasan secara akal
penalaran amatlah rumit, namun dengan pendekatan spiritual dapatlah
ditarik benang merahnya yang akan membawa kepada satu titik terang. Dan
ini akhirnya dapat dirunut secara logika historis.
Menarik
memang di dalam mencari jawab tentang siapakah Sabdo Palon ? Karena
kata Sabdo Palon Noyo Genggong sebagai penasehat spiritual Prabu
Brawijaya V ( memerintah tahun 1453 – 1478 ) tidak hanya dapat ditemui
di dalam Serat Darmagandhul saja, namun di dalam bait-bait terakhir
ramalan Joyoboyo (1135 – 1157) juga telah disebut-sebut, yaitu bait 164
dan 173 yang menggambarkan tentang sosok Putra Betara Indra sbb :
Menelisik Misteri Sabdo Palon Noyo genggong
Dalam
upaya menelisik misteri siapa sejatinya Sabdo Palon, saya mengawali
dengan mengkaji Serat Darmagandhul dan ramalan Sabdo Palon. Di sini
tidak akan dipersoalkan siapa yang membuat karya-karya tersebut untuk
tidak menimbulkan banyak perdebatan. Karena penjelasan secara akal
penalaran amatlah rumit, namun dengan pendekatan spiritual dapatlah
ditarik benang merahnya yang akan membawa kepada satu titik terang. Dan
ini akhirnya dapat dirunut secara logika historis.
Menarik
memang di dalam mencari jawab tentang siapakah Sabdo Palon ? Karena
kata Sabdo Palon Noyo Genggong sebagai penasehat spiritual Prabu
Brawijaya V ( memerintah tahun 1453 – 1478 ) tidak hanya dapat ditemui
di dalam Serat Darmagandhul saja, namun di dalam bait-bait terakhir
ramalan Joyoboyo (1135 – 1157) juga telah disebut-sebut, yaitu bait 164
dan 173 yang menggambarkan tentang sosok Putra Betara Indra sbb :
Menelisik Misteri Sabdo Palon Noyo genggong
Dalam
upaya menelisik misteri siapa sejatinya Sabdo Palon, saya mengawali
dengan mengkaji Serat Darmagandhul dan ramalan Sabdo Palon. Di sini
tidak akan dipersoalkan siapa yang membuat karya-karya tersebut untuk
tidak menimbulkan banyak perdebatan. Karena penjelasan secara akal
penalaran amatlah rumit, namun dengan pendekatan spiritual dapatlah
ditarik benang merahnya yang akan membawa kepada satu titik terang. Dan
ini akhirnya dapat dirunut secara logika historis.
Menarik
memang di dalam mencari jawab tentang siapakah Sabdo Palon ? Karena
kata Sabdo Palon Noyo Genggong sebagai penasehat spiritual Prabu
Brawijaya V ( memerintah tahun 1453 – 1478 ) tidak hanya dapat ditemui
di dalam Serat Darmagandhul saja, namun di dalam bait-bait terakhir
ramalan Joyoboyo (1135 – 1157) juga telah disebut-sebut, yaitu bait 164
dan 173 yang menggambarkan tentang sosok Putra Betara Indra sbb :
Menelisik Misteri Sabdo Palon Noyo genggong
Dalam
upaya menelisik misteri siapa sejatinya Sabdo Palon, saya mengawali
dengan mengkaji Serat Darmagandhul dan ramalan Sabdo Palon. Di sini
tidak akan dipersoalkan siapa yang membuat karya-karya tersebut untuk
tidak menimbulkan banyak perdebatan. Karena penjelasan secara akal
penalaran amatlah rumit, namun dengan pendekatan spiritual dapatlah
ditarik benang merahnya yang akan membawa kepada satu titik terang. Dan
ini akhirnya dapat dirunut secara logika historis.
Menarik
memang di dalam mencari jawab tentang siapakah Sabdo Palon ? Karena
kata Sabdo Palon Noyo Genggong sebagai penasehat spiritual Prabu
Brawijaya V ( memerintah tahun 1453 – 1478 ) tidak hanya dapat ditemui
di dalam Serat Darmagandhul saja, namun di dalam bait-bait terakhir
ramalan Joyoboyo (1135 – 1157) juga telah disebut-sebut, yaitu bait 164
dan 173 yang menggambarkan tentang sosok Putra Betara Indra sbb :
Langganan:
Postingan (Atom)